Dam Square dan sekitarnya

Dam Square (the Dam atau dalam bahasa Belanda: de Dam) adalah sebuah alun-alun kota di Amsterdam, ibukota Belanda. Bangunan-bangunan dan acara-acara penting disini yang sering digelar membuat tempat ini menjadi salah satu lokasi yang paling terkenal dan penting di Amsterdam.....

Damrak dan sekitarnya

Damrak adalah jalan yang bersejarah di jantung Amsterdam. Damrak ini, yang sebagian diisi kanal, terletak di pusat Amsterdam, antara Amsterdam Centraal Station dengan Dam Square. Arahnya lurus membujur dari utara ke selatan. Damrak ini merupakan jalan utama di mana orang-orang tiba dari stasiun memasuki pusat kota Amsterdam. Damrak ini juga merupakan salah satu rute trem GVB dari stasiun ke pusat, dengan line (nomor jurusan) 4, 9, 16, 24, 25 dan berjalan disini.....

Amsterdam Central Station dan sekitarnya

Amsterdam Central Station merupakan petunjuk alias landmark buat semua orang pendatang sepertiku. Kemana-mana pergi pasti patokannya Central Staion ini. Walaupun gak pake kereta, tetep aja berpatokan jauh-dekat atau berapa lamanya waktu selalu ke Central ini. Hehehe.....

Canal Cruise Amsterdam


Sore hari Rabu menjelang malam, tanggal 8 Oktober 2008, saya pikir lebih baik mencoba keliling Amsterdam pake Canal Cruise. Saya sempat coba datang ke Damrak, tapi loketnya dah tutup. Mereka kasih tau kalo loket yang di depan Central masih buka sampe sore. Setelah aku kesitu, ternyata pas tutup. Mereka kasih tau bahwa loket yang diseberang mereka (berarti seberang Karpershoek Cafe) dekat jembatan itu buka sampai malam. Akhirnya saya kesitu dan benar masih buka. Tapi blum ada penumpang lain. Jadi, Canal Cruise itu pun ngetem nungguin penumpang lain.:) Waktu tersebut saya pake buat foto-foto dulu dong.....

Menginap di BelleVue Hotel Amsterdam


Selain di Victoria Hotel, selama di Amsterdam aku juga menginap di BelleVue Hotel. Dua malam saja. Gak jauh kok dari Victoria Hotel. Tepatnya di Martelaarsgracht 10, Amsterdam. Jalan kaki aja bisa. Kalo Victoria Hotel itu bintang empat, maka BelleVue Hotel ini berbintang tiga. Saat ini merupakan bagian dari kelompok usaha EMB. Lokasinya juga strategis dengan view-nya bisa kita melihat Central Train Station. Kayaknya ini hotel berbintang tiga paling bagus dan strategis di sekitar itu.....

Kursus Accounting for Derivatives and Other Financial Instruments

Kursus Akuntansi Derivatif dan Instrumen Keuangan Lainnya (Accounting for Derivatives and Other Financial Instruments) ini sebenarnya cukup langka di Indonesia. Soale belum ada buku text Indonesia yang khusus membahas Accounting for Derivatives. Cuma ada sub-bab tertentu aja di buku-buku Accounting. Padahal ini terkait dengan mulai berlakunya dua PSAK per 1 Januari 2009, yaitu PSAK 50 (revisi 2006) tentang Penyajian Instrumen Keuangan dan PSAK 55 (revisi 2006) tentang Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran. Selain itu, dengan adanya rencana penerapan IFRS secara penuh di Indonesia mulai tahun 2010, maka topik Accounting for Derivatives and Other Financial Instruments ini menjadi semakin penting.....

Menginap di Victoria Hotel Amsterdam

Selama di Amsterdam ini saya menginap tiga malam di Victoria Hotel. Hotel tua tapi masih megah. Gampang kelihatan kalo dari Central Station. Strategis banget. Aku booking ini hotel waktu di bandara Schipol. Tepatnya di Tourist Information Board yang ada di lobby bandara. Langsung bayar di situ. Tapi buat 2 malam dulu. Soale malam ketiga, mesti pindah hotel. Udah penuh. Tapi setelah dua malam berikutnya, balik lagi ke hotel ini. Jadi, aku pake 2 kamar selama di Victoria Hotel ini. Kamar nomor 466 dan 157. Khusus kamar 157 ini asyik banget. Soale view-nya langsung ke depan hotel, menghadap Central Station. Trus, kalo mau ke kamar dari lobby kita mesti naik lift, lalu mesti juga melalui jembatan Garden Wing. Kita juga punya view orang di luar hotel lalu lalang di bawah jembatan yang terdapat di dalam hotel.....

Amsterdam, Kota XXX

Waktu pertama kali keluar dari bandara Schipol, udara Amsterdam terasa lain. Lebih bersih dan sejuk. Bahkan dibandingkan dengan Roma sekalipun. Disini jarang terlihat sepeda motor. Mobil juga yang ada adalah mobil-mobil sekelas Mercedes Benz. Orang-orang banyak yang pake sepeda dan train. Tapi disini seperti di Roma, banyak juga bangunan tua. Namun bedanya adalah kesannya aman dan bukan kota tua. Mungkin karena udaranya yang bersih itu. Sehingga bangunan-bangunan tua itu pun gak banyak tertempel polusi. Dan juga suasananya ga dingin tapi pengap kayak di Roma.....

The Netherlands, negara dengan 2 ibukota

The Netherlands atau Nederland yang kita kenal sebagai Belanda juga disebut Holland. Bahkan istilah "Belanda" kita itu berasal dari sebutan orang Portugis terhadap Holland, yaitu Holanda. Sedangkan orang Batak bilangnya "Bolanda".:) Yang menarik, ternyata Netherlands dan Holland ternyata artinya beda lho. Kalo Netherlands berarti tanah-tanah yang rendah sedangkan Holland berarti tanah datar. Bahkan mereka sendiri menyebut negara mereka sebagai Koninkrijk der Nederlanden, yang artinya "Kerajaan Tanah-Tanah Rendah". Istilah yang sangat bernuansa geografis. Hehehe.....

Antara Tembilahan dan Pelalawan


Pagi-pagi kami langsung berangkat dari hotel di Pekanbaru. Sekaligus check-out. Tapi Mas Etiko gak ikut karena ada janji ketemu ama Kakanwil BPN Riau. Tapi dia melepas alias memberangkatkan rombongan kami di lobby hotel. Kami pake dua mobil double cabin ala mobil proyek.:) Setelah muter-muter sebentar di Pekanbaru, kami pun langsung menuju Pelalawan dan Tembilahan. Di pedalaman Riau.....

Menginap di Grand Jatra Hotel Pekanbaru

Selama di Pekanbaru kemaren kami menginap di Hotel Jatra. Tepatnya sih The Grand Jatra Hotel. Tau gak, kalo Jatra itu kepanjangan dari Jawa Sumatra.;) Kami disini itu maksudnya adalah aku bersama Mas Sugeng Riyadi, Mas Etiko, Grace Th. Widyani, Jernih Sinaga, dan Dessy. Oh ya, aku dapat kamar di lantai enam tepatnya di kamar 630. Sungguh nomor kamar yang cantik. What a pitty, aku sekamar dengan Mas Sugeng Riyadi, menemani beliau. Hehehe.....

Pekanbaru, Kota yang Paling Cepat Perkembangannya di Sumatera

Bulan Oktober kemaren juga saya sempat ke Pekanbaru selama dua hari. Ini merupakan kunjunganku yang pertama kesini. Sekilas kotanya kecil tapi banyak banget proyek pembangunan gedung. Trus, pegawai negerinya aku lihat sih keren-keren. Waktu itu banyak yang pake baju Korpri tapi kesannya gak kumuh. Ternyata setelah dikasih tau Pak Sutrisno, orang PGN Pekanbaru, memang gajinya PNS disini tinggi. Soale selain gaji PNS yang skala nasional, mereka juga dapat tunjangan dari Provinsi Riau. Enak juga ya jadi Umar Bakri di Riau ini. Hehehe.....

Profile Visitor Map - Click to view visits
Google Search Engine
Google