Malingsia vs Indon-esial

Hubungan Indonesia dan Malaysia selalu diwarnai kontroversi yang tidak ada habisnya. Sejak jaman Orde Lama hingga Orde Bersama Kita Bisa ini (hehehe). Mulai dari masalah isu neokolonialisme, perbatasan, TKI/TKW, pendatang haram, politik, budaya, dan internet.....
.
Belakangan ini istilah perang budaya makin banyak dipakai antara Indonesia dan Malaysia. Kata "Malaysia" sering dipelesetkan orang Indonesia menjadi "Malingsia" atau "Malayshit" atau "Malas ya?". Sedangkan kata "Indonesia" sering dipelesetkan orang Malaysia menjadi "Indon esial" dengan penekanan bunyi kata "Indon" yang mirip "Oon".
.
 
Cover Majalah Tempo yang Menggambarkan Suasana Hubungan Indonesia-Malaysia
.
Perang budaya ini pun berlanjut menjadi perang di dunia internet. Ada situs www.malingsia.com yang dibuat orang Indonesia. Ada situs www.ihateindon.blogspot.com yang dibuat orang Malaysia. Isinya sangat membakar emosi. (hehehe)
.
Sebal banget rasanya kalo ada kebudayaan kita yang diakui sebagai sebagai kebudayaan bangsa lain yang katanya serumpun. Rasanya seperti dipecundangi alias ditikam dari belakang. Banyak kebudayaan yang seharusnya menjadi identitas bangsa kita di internasional menjadi identitas bangsa lain di internasional.
.
Poster Parodi Promosi Malaysia Truly Asia
.
Batik sudah terdaftar menjadi milik Malaysia. Jadi apabila kita mau mendaftarkan Batik terpaksa menggunakan nama Batik Indonesia, atau Batik2 atau Batik2007. Persis klo kita mau register nama email atau domain (hehehe). Sedangkan Angklung menjadi Music Bamboo Malaysia. Trus, Rasa Sayange menjadi Rasa Sayang [hei]. Terakhir ini Reog Ponorogo menjadi Barongsai Malaysia. Nama yang aneh..
.
Tapi kalo dipikir-pikir, kita juga suka nyuri sinetron Korea menjadi sinetron kita. Itu kan sama aja. Jadi jangan sampai kita curi kebudayaan orang lain dan jangan sampai kecurian pula. Kalo kita keras terhadap bangsa lain, kita juga harus keras pada bangsa sendiri. Konsisten dan konsekuen.
.
Indonesia dan Malaysia itu serumpun tapi sulit bersatu
.
Pemerintah dan tokoh-tokoh budaya dan adat sudah semestinya menyadari aspek hukum dari budaya kita, sehingga bisa segera mematenkan apa saja milik bangsa yang masih tersisa. Pemerintah (Departemen Pariwisata dan Kebudayaan) mestinya mensosialisasikan dan memfasilitasi pengurusan hak paten tersebut.
.
Kita juga perlu introspeksi. Kita sering baru menyadari kalo kita memiliki sesuatu saat kita kehilangannya. Kita sering tidak menghargai sesuatu pada saat kita memilikinya. Jangan keburu menyalahkan orang lain sebelum kita introspeksi diri.
.by Arif Fachrudin
Ambigram Indonesia-Malaysia. Silahkan Dibaca Bolak-Balik.
.
Sebelum hak paten batik dimiliki Malaysia apa kita pernah bangga memakainya? Sampai saat ini pun walau di kantor-kantor pemerintah dan BUMN sudah menyarankan memakai batik atau pakaian daerah buatan dalam negeri, tetap saja banyak orang yang malas pake batik. Tapi ikut protes Malaysia. Hehehe. Lucu.
.
Sebelum Reog Ponorogo diakui Malaysia apakah kita pernah bangga menontonnya? Sebelum Rasa Sayange dipakai Malaysia, apakah kita pernah bangga menyanyikannya? Dan apakah musik angklung sekarang masih menjadi musik wajib anak sekolah dan persatuan istri pegawai kayak dulu?
.

by Sahat Parlindungan Simarmata - www.sahatsimarmata.com
.
Cetak halaman ini (Print this page) ....

7 komentar:

  1. Orang BitungFebruari 07, 2008

    Tapi Bang, setahu saya kita (Indonesia) ga pernah ngaku2 kalu sinetron itu ceritanya milik kita, apalagi dipatenkan. Si negara jiran kita aja yang emang kurang ngajar, mau cara gara2 ama kita kali ya Bang? Jangan2 lagu Butet nanti dipatenkan jadi milik dia lagi, hehe!

    BalasHapus
  2. http://indonesiasukarno.blogspot.com/

    INDON MALING


    Siapa sebenar nya yang meniru dan mencuri Malaysia atau indonesial ? Indon mengaku semua nya adalah miliknya. Lagu rakyat, makanan,batik, pulau, laut, lautan, selat, tanah, bukit, gunung dan biawak komodo. Indon menuduh Malaysia mencuri, mencontek, maling dan sebagainya. Indonesia juga banyak menciplak hampir semua .....

    Benderanya ditiru daripada bendera Poland. Lambang kerajaan pun ditiru dari poland. Sudah ada 2 yang indonesial tiru dari Poland. Hairan lah. Adakah ini kemungkinan atau memang mereka meniru. Memang indonesia dasar maling. Kalau Malaysia tiru bendera Amerika, sekurang-kurangnya Amerika menang perang dunia kedua. Poland kalah perang dunia kedua bong !!!... Apa yang hendak kamu banggakan dengan Poland. Malaysia beli kereta kebal (tank) dari Poland. Kah kahh kahhh !!!

    INDIA + SIA = INDONESIA = INDONESIAL


    Nama indonesiaL ditiru daripada India dan russia. india + sia = indonesia. Kononnya mereka beranggapan Indonesia adalah negara kuasa besar setaraf dengan India dan Rusia dan ingin menandingi Amerika. Nama pun mahu di tiru. Tiada nama lainkah. Kamu yang selalu mencuri identiti Negara lain dan bukan Malaysia. Apakah kamu kekeringan idea? Dasar peniru, penciplak, pencontek dan maling. Dia yang maling, mengatakan bangsa lain yang maling. Kalau dah bodoh memang bodoh.

    Matawang nya pula ditiru daripada matawang Rupee dari India menjadi rupee-ah atau rupiah indonesiaL. Adakah ini juga kebetulan. Sudahlah nama negara hampir sama (Ind, India=indonesiaL) dan sekarang nama mata wang pula sama (Rupee=Rupee-ah=rupiah). Malangnya matawang Rupiah Indonesia hanyalah menjadi gelak ketawa di Malaysia. Ini adalah kerana nilainya yang terlalu amat rendah. Nilai satu juta rupiah (wow banyak tu) bernilai antara Ringgit Malaysia RM300 hingga RM 400 sahaja. Kah Kahh Kahhh ...


    Banyak lagi Indonesia mencuri idea dan budaya bangsa lain. Bangunan MONAS Indon juga ditiru daripada Washington Monument di Amerika.

    Dasar maling memang bangsa maling. Semua mahu ditiru. Semua lagu inggeris dan melayu mahu di dangdut kan oleh orang indonesiaL. Saya pernah mendengar lagu Cindai Siti Nurhaliza versi dangdut nyanyian penyanyi populer indonesia maling ini. Malah banyak lagi lagu melayu dan inggeris. Tiru semua lagu di dunia ini lah dan kamu tidak perlu bersusah payah mencipta lagu. Dasar maling pemalas ...

    http://indonesiasukarno.blogspot.com/

    BalasHapus
  3. Rizky - GARUDA DI DADAKUDesember 28, 2010

    bangsat lo...
    malingsia,malaysial...!!!
    dah tau salah,masih aja menghina...!!!
    dasar otak binatang...!!!
    apa hubungannya poland sm indonsia??
    koq nyambung2nya ke situ??
    nyari kesalahan aja...
    sudah lahh...
    klo malingsia/malaysial salah,ngaku aja lah...
    pake nimpal balik lgi...
    huhh....
    dasar MALINGSIA MALAYSIAL...!!!

    BalasHapus
  4. jangan mudah terbawa emosi, toh generasi kita sendiri lupa akan identitas bangsa dan cenderung kebarat baratan. Malaysia sudah lama kehilangan identitasnya, lihat saja yahoo malaysia yg penuh dengan berita artis Indonesia.

    BalasHapus
  5. Untuk orang Indonesia, bangga deh jadi warganya. jangan hidup serba kebarat baratan. jangan ikut ikutan malaysia yang menjadi tak punya budaya. Ingat Kelakuan Malaysia Klaim budaya kita. kita harusnya lebih berkaca diri. hiduplah bangga dengan budaya sendiri. jangan teler. prostitusi kaya orang barat. jangan niru malaysia yang tidak punya kebudayaan akhirnya menyukai budaya negara lain.

    BalasHapus
  6. setuju dengan dolop toke, kita mestinya harus sangat bangga dengan Indonesia. walaupun orang luar mengatai negara kita itu sebagai negara maling, penjiplak, atau apapun lah namanya. kita tetap masih ounya rasa kekeluargaan, kesatuan, kesetian sesama warga negara, kita berjuang untuk negara yang lebih baik lagi. kita masih memiliki banyak sekali hal yang harus kita jaga,banggakan, atau lestarikan. meskipun beberapa atau bahkan banyak milik Indonesia yang diklaim negara lain, dan kita sebagai warga negara Indonesia berusaha untuk merebutnya kembali akan tetapi ada yang lebih baik untuk dilakukan yaitu mempertahankan dan mengeksplor milik kita agar tidak terklaim kembali oleh negara lain.

    dan untuk menyikapi para negara peng-klaim budaya Indonesia, anggap aja mereka itu iri kepada negara kita.biarpun mereka bilang apapun tentang negara kita, yang pasti negara kita itu sangat kayaaaaa...
    1.bahasa yang beragam di tiap daerahnya
    2. kekayaan alam yang buanyakkk
    3. kebudayaan yang bahkan sangat susah untuk dihitung yang pasti banyakkk banget
    akan tetapi sangat disayangkan kita masih belum bisa mengolah kekayaan indonesia. nah itulah tugas kita sebagai generasi muda yang harus menata bangsa kita untuk menjadi lebih baik lagi.
    dan lebih baik jadikan ocehan buruk negara lain ke indonesia sebagai acuan untuk membagun bangsa yang lebih baik lagi.

    #maaf komen nya panjang banget tapi ini semua yang ingin saya sampaikan untuk indonesia

    :-)

    BalasHapus
  7. saya tak suka gaduh dengan Indonesia. di dunia ini kita saja Negara islam bertutur dengan bahasa sama. kita jumpa di mekah bukan. soal curi dan peten budaya ini saya rasa salah kerana budya indo yang disebut itu saya tak pernah kenal dan tak pernah dipertotonkan di Negara kami. hairan. kaji dulu apa benar budaya itu semarak di Malaysia. kami melayu, mungkin ada persamaan dengan melayu Sumatra, sementelah moyang kami asal sana.

    BalasHapus

Google Search Engine
Google