Mensa IBD 2008 in Italy, Quando-quando in Meeting and Gathering

Tahun 2008 ini menjadi special buat Mensa Italia. Soale bersamaan dengan perayaan 25 tahun Mensa Italia; juga diselenggarakan bersama-sama dengan Annual Meeting and Gathering alias Pertemuan Tahunan Mensa International (Mensa IBD). Quando? atau Kapan? Di bulan Oktober, tepatnya tanggal 1 s.d. 6 Oktober 2008. Hmm, saat yang indah untuk kondisi cuaca di pusat Italia, San Martino al Cimino dekat ke Viterbo, 100 km dari Roma.....
by sahat simarmata
Mensa Asia (Hongkong, Singapore, Korea, Malaysia, Indonesia) without Japan
.
Sesuai invitation yang dikirimkan dari Mensa International yang mengundang saya dan istri untuk hadir dalam acara Mensa IBD 2008 ini seperti pada tahun lalu maka kami pun datang ke Italy. Cuma bedanya, kalo dulu waktu Mensa IBD 2007 di Hongkong status saya adalah Delegates maka kini status saya adalah Direct Member. Jadi tidak ada kewajiban ikut meeting. Klo gathering... wajib! Hehehe. Sedangkan istri tetap dengan status sebagai Guest.
by sahat simarmata
.
Mensa IBD 2088 kali ini diselenggarakan Balletti Park Hotel, terletak tidak jauh dari dinding kuno desa atau kota kuno San Martino al Cimino. Hotel ini dibagi dalam bangunan utama dan kota. Pada bangunan utama ada kamar untuk semua IBD tamu, ruang konferensi dan umum daerah (restoran, bar, penerimaan, dll). Di kota, dengan kamar sampai 4 orang, bisa menjadi solusi yang baik untuk tamu juga dengan keluarga.
by sahat simarmata
I and Lars Endre Kjølstad (Mensa Norwegia)
.
Acara ini seperti tahun-tahun sebelumnya terdiri meeting dan gathering. Meetingnya sih membosankan, aku malas ikut. Walaupun klo aku ikut masuknya ke kelompok non-official delegates. Soale aku kan bukan Chairman Mensa Indonesia. Mestinya Pak Tomas Thoha yang ikut meeting itu. Klo aku kan Direct Member of Mensa International. Jadi paling-paling ikut kelompok diskusi.
.
Materi meetingnya aku lihat sama kayak tahun lalu. Cuma tambahannya mengenai status direct member kayak aku yang makin banyak. Menurut mereka, direct member ini mesti diupayakan agar menjadi motor yang mengaktifkan Mensa National di negara masing-masing. Trus, kebijakan luar negeri Amerika selama 8 tahun terakhir ternyata berdampak negatif terhadap pertumbuhan anggota Mensa International di beberapa negara yang masyarakatnya membenci Amerika. Hal ini disebabkan para pendiri atau inisiator dan fasilitator Mensa National di beberapa negara kebetulan adalah para atase militer Amerika Serikat. Termasuk Mensa Indonesia. Akibatnya banyak keenganan orang untuk bergabung.
by sahat simarmata
Mensa Gathering di depan Plaza Communale Viterbo
.
Acara Ice-Breaking party-nya ini aku gak ikut. Dah kecapekan karena baru sampe dan masih jet-lag. Tapi acara Gala Dinner-nya di hotel aku ikut. Begitu juga dengan Pizza Dinner di Roma, saya ikut beserta istri. Ketemu lagi ama teman-teman dari berbagai negara rasanya menyenangkan. Apalagi kali ini acaranya berbarengan dengan acara Mensa Italy. Jadi banyak orang Italy waktu galadinner di hotel, pizza dinner di Rome, dan lunch di Lake Vico. Cuma mereka takut-takut berkenalan dengan kita karena bahasa Inggrisnya lebih payah dari rata-rata orang Indonesia. Tapi walaupun begitu, saya suka menambah teman baru dan belajar bahasa dan budaya baru. Exciting!
.
Waktu gala dinner di hotel aku punya teman baru yaitu Lars Endre Kjølstad dari Mensa Norwegia. Orangnya kocak banget. Kayaknya gak kehabisan joke. Apa saja bisa jadi bahan buat dia. Tapi analisanya tentang Mensa tajam banget. Klo bicara soal Mensa dia mendadak jadi serius. Trus waktu Pizza Dinner saya berkenalan dengan Björn Liljeqvist (Mensa Macedonia) yang cerita kalo majalah berkala terbitan Mensa di sana namanya Mensadonia. Nama yang indah.:) Oh ya, gak disangka kami juga ketemu dia lagi waktu di Amsterdam. Ternyata dunia ini sempit ya. Hehehe.
.
Klo bertemu teman lama rasanya seperti reuni. Seperti bertemu teman-teman dari Mensa Jepang. Mereka ada 4 orang. Hisashi Niizuma alias Ninjii, Tsukasa Makita, Takanori Ogawa, Kaoru Shimada alias Ena, dkk. Mereka itu Direct Member juga kayak aku tapi ikut cuma ikut meeting dan galadinner. Tapi khusus Tsukasa, dia itu kerjanya molor terus. Waktu acara kelompok diskusipun aku liat dia tidur sambil duduk. Trus, waktu gala dinner pun tidur nyenyak sambil duduk tegak. Kok bisa ya?...:)
by sahat simarmata
Breakfast with Mensan from Japan and Malaysia
(Ena, Tsukasa, Mr. Ninjii, Mr. Omar, and I)
.
Begitu juga teman dari Mensa Belanda, Harold namanya. Dia Direct Member juga kayak aku. Dia bisa berbahasa Indonesia. Dia jenius dalam bahasa. Katanya dia bisa berbicara dalam delapan bahasa. Aku lihat sendiri dia bisa berbicara dalam bahasa Mandarin, bahasa Italy, bahasa Jerman. Klo bahasa Inggris pasti fasih karena orang Belanda rata-rata jago bahasa Belanda.
by sahat simarmata
Mensan yang bisa Cakap Melayu atau Bahasa Indonesia
(Low, Me, Mr. Omar, and Harold)
.
Selain itu, aku kembali bertemu Mr. Low, Chairman Mensa Malaysia beserta istrinya. Cuma kali ini aku berkenalan dengan Vice Chairman Mensa Malaysia yaitu Mr. Ismail Omar. Saya sungguh terkesan. Udah tua, umurnya 70 tahun. Tapi masih kuat jalan-jalan, masih aktif berorganisasi. Selain pengurus di Mensa Malaysia, dia juga pengurus di Toastmaster, sebagai Bendahara Toastmaster Asia Tenggara. Pengetahuannya luas dan rendah hati. Kami menyukainya. Dia gak ikut meeting. Cuma ikut galadinner, pizza dinner, dan touring kayak aku. Hahaha. Sepertinya sifat kami hampir sama, suka jalan-jalan dan menambah teman. Walaupun udah tua, tapi dia punya account di hampir semua social networking di internet, misalnya Facebook. Juga punya situs blog sendiri. Kok mirip aku ya? Hehehe. Selain mereka, dari Mensa Malaysia ada Adel Wong. Dia ini baru juga aku kenal. Dia dokter di Sing Health Singapore. Jadi sekarang dia tinggal di Singapore.
.
Selain itu, aku kembali bertemu Marina Tay, Chairman Mensa Singapore. Orangnya baik dan ramah. Aku juga suka. Aku penasaran, kapan-kapan ke Singapore aku mau mampir ke Mensa Singapore. Dari Mensa Italia aku bertemu Elio Tondo (Chairman Mensa Italy) dan Fabio. Battaglia Bahkan waktu ke stasiun mau jalan ke Rome kami diantar Fabio pake mobilnya. Dia orang baik. Bahasa Inggrisnya lumayanlah kayak Aku.:) Aku berharap mudah-mudahan kelak dia yang menggantikan Elio Tondo. Ada juga si Milo. Rumahnya dekat gunung Etna. Dia anggota Mensa Sisicilia, Italy. Jadi sebagai Mensa National, Mensa Italy dibagi-bagi lagi menjadi Mensa Regional. Salah satunya ya Mensa Sicilia itu.
by sahat simarmata
Milo Barbera (Mensa Sicilia, Italy) and I in Viterbo
.
Aku juga bertemu yang lainnya kayak Stacey Kirsch, Godwind Zannenburg, Jonathan Paines, dan tentu saja Jim Werrdell. Cuma Godwind kayaknya dah lupa ato stress dikomplain orang-orang soal hotel ini. Hahaha. Selain itu kami bertemu dengan Russ Bakke (Chairman Mensa Amerika). Bahkan waktu Pizza Dinner di Roma kami makan pizza berhadap-hadapan. Dia lagi sakit. Selalau bawa obat kemana-mana. Jalannya juga pelan-pelan. Tapi dia udah tau nama kami dan asal kami dari Indonesia padahal kami belum berkenalan sebelumnya. Saat itu juga saya berkenalan dengan Björn Liljeqvist (Mensa Macedonia) yang cerita kalo majalah berkala terbitan Mensa di sana namanya Mensadonia. Nama yang indah.:) Oh ya, gak disangka kami juga ketemu dia lagi waktu di Amsterdam. Ternyata dunia ini sempit ya. Hehehe.
by sahat simarmata
Pizza Dinner in Rome with Mensan from Macedonia and Slovenia
.
Klo aku perhatikan orang-orang Mensa ini punya sifat yang mirip, yaitu kesannya aneh. Masing-masing seperti sibuk sendiri. Seolah-olah hidup dalam dunianya masing-masing. Tentunya dalam kadar yang berbeda-beda. Kata istriku, orang-orang Mensa ini ga cocok berkeluarga.:( Yang paling banyak adalah yang suka menyendiri dan yang suka iseng kayak si Francois Aubert (Chairman Mensa Switzerland). Yang pasti mereka nggak ada yang bengong, pasti sibuk. Cuma ada yang sibuk gangguin yang lain dan sebagian lagi sibuk dengan dunianya sendiri. Selain itu, mereka rata-rata punya Facebook.:)
by sahat simarmata
Liputan tentang Mensa IBD di koran Italia.
.
Acara Mensa IBD ini sendiri ternyata mendapat perhatian luas di Italy. Ditengah-tengah berita tentang krisis dunia, hotel kami didatangi wartawan-wartawan. Ada wartawan TV dan ada juga wartawan koran dan majalah. Cuma lucunya, kok Mensa IBD ini disamain dengan Woodstock? Tapi tanpa pesta nudis kan...:)
.

Liputan Mensa IBD 2008 in Italy di Channel TG3 Lazio tanggal 5 Oktober 2008.
.
Begitulah, hampir seminggu di Italy dengan biaya murah punya kesan yang beragam. Hasil meeting juga menyebutkan klo Mensa IBD 2009 akan diselenggarakan di Gothenburg, Sweden. Sampai jumpa di Swedia tahun depan. Ciao!!!
.
.

by Sahat Parlindungan Simarmata - www.sahatsimarmata.com
.
Cetak halaman ini (Print this page) ....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Google Search Engine
Google