Menginap di Victoria Hotel Amsterdam

Selama di Amsterdam ini saya menginap tiga malam di Victoria Hotel. Hotel tua tapi masih megah. Gampang kelihatan kalo dari Central Station. Strategis banget. Aku booking ini hotel waktu di bandara Schipol. Tepatnya di Tourist Information Board yang ada di lobby bandara. Langsung bayar di situ. Tapi buat 2 malam dulu. Soale malam ketiga, mesti pindah hotel. Udah penuh. Tapi setelah dua malam berikutnya, balik lagi ke hotel ini. Jadi, aku pake 2 kamar selama di Victoria Hotel ini. Kamar nomor 466 dan 157. Khusus kamar 157 ini asyik banget. Soale view-nya langsung ke depan hotel, menghadap Central Station. Trus, kalo mau ke kamar dari lobby kita mesti naik lift, lalu mesti juga melalui jembatan Garden Wing. Kita juga punya view orang di luar hotel lalu lalang di bawah jembatan yang terdapat di dalam hotel.....
.
Di Jembatan Garden Wing di dalam Victoria Hotel
.
Kayaknya klo baru pertama kali ke Amsterdam mendingan ke hotel ini aja deh. Perasaan tuh tenang. Hehehe. Soale kelihatan dari jauh dan kemana-mana gampang. Hotel ini juga lengkap dengan restorannya yang menghadap Jalan Damrak. Pokoknya strategis banget. Hanya 15 menit dari Bandar Udara Schiphol dengan kereta api dan 45 menit dengan mobil/taxi. Trus, di sekitar sini banyak pusat perbelanjaan dan tempat pariwisata serta restoran, termasuk restoran Indonesia. Aku ketemu dua restoran Indonesia di daerah sini.
.
Di depan Victoria Hotel pada malam hari
.
Siapapun yang pernah menginap di Victoria Hotel ini pasti mengakui akan lokasi penting Hotel tersebut. Seperti yang disebutkan di atas, hotel ini memang berlokasi di jantung Amsterdam, berhadapan ke Central Station di Amsterdam. Hotel ini mudah dicapai dengan berjalan kaki dari pusat perbelanjaan dan kehidupan malam di Amsterdam. Cuma 15 menit dari Amsterdam RAI Kongres dan Pusat Pameran pusat dengan transportasi umum. Selain itu cukup jalan kaki ke Dam Square, beberapa museum dan Royal Palace.
.
.
Sepertinya sih disini kemana-mana bisa jalan kaki tuh. Ato pake sepeda, yang banyak banget di sini. Soale walking tour disini laku juga. Apalagi kalo yang free. Dasar Belanda! Emang disini ada New Amsterdam Free Tour selama tiga jam. Cuma jalan kaki. Lumayan gempor juga ya...:)
.
Di dalam Park Plaza Brasserie
.
Victoria hotel ini dibangun pada tahun 1890. Sekarang masuk kelompok usaha Park Plaza. Jadi hotel berbintang 4 ini tidak saja bentuknya yang gak biasa alias kontemporer tapi juga merupakan gedung bersejarah. Kalo baca brosurnya sih, jumlah kamarnya ada 306 kamar. Entah sengaja ato tidak, jumlah kamar itu berjumlah sembilan. Hehehe. Kamarnya yang aku pake adalah Superior Room.
.
dalam kamar difoto dari samping tempat tidur
.
Kamarnya ada koneksi Internet, baik itu berupa wireless LAN ataupun modem hook-ups. Selain di kamar, kita juga bisa ber-internet ria di Seasons Garden Restaurant, Lobby Lounge Bar, dan Park Plaza Brasserie. Kita juga dapat menikmati fasilitas layanan kebugaran Victoria Active Club, yaitu: kolam renang, gimnasium, mandi uap ala Turki, sauna, dan salon kecantikan.
.
Dan meskipun hotel ini dikelilingi oleh puluhan restoran, kita sebenarnya tidak perlu meninggalkan hotel untuk menemukan masakan Perancis dan masakan Internasional. Kalo di Seasons Garden Restaurant, kayaknya menawarkan makan malam a la carte. Sarapan ala Amerika sehari-hari disajikan dalam format prasmanan di Restoran Seasons Garden juga.
.
Trus, sebuah restauran yang terlindung kaca, penuh air panas dan AC ada di Park Plaza Brasserie yang ideal untuk melihat dari salah satu jalan-jalan (khususnya Damrak) di Amsterdam sambil menikmati beragam masakan internasional. Selain itu, Lobby Lounge Bar kayaknya enak buat janjian ketemu dengan menu internasional berupa makanan ringan, dan minuman cocktail.
.
Park Plaza Brasserie dari luar
.
Kalo fasilitas di kamar sih aku perhatikan pake shower, bath-tube, wastafel, WC, mini-bar, TV berwarna dengan remote control, TV berlangganan baik TV kabel dan TV satelit, radio, detektor asap, hairdryer dan meja dengan lampu & kursi. Cuma di hotel ini banyak chanel porno yang mesti bayar. Tinggal kita tekan nomor kamar kita langsung deh ntar muncul di tagihan kamar. Makanya disini mesti hati-hati mencet remote control TV. Hehehe.
.
Resepsionis Victoria Hotel
.
Kalo soal furniture sih udah tua. Maklumlah. Karpetnya juga tuh. Tapi blum bau kok. Trus stafnya ramah-ramah. Kecuali satu orang negro tuh. Kayaknya dari Kongo tuh. Oh ya, pegawai hotel ini kayaknya juga udah international.:) Ada beberapa ras aku lihat. Selain si Kongo tadi, ada juga orang India, Suriname (mirip orang Jawa lho), dan tentunya wong Londo.:)
.
.

by Sahat Parlindungan Simarmata - www.sahatsimarmata.com
.
Cetak halaman ini (Print this page) ....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Google Search Engine
Google