Prince of Persia : The Sands of Time

Ada yang bilang bahwa beberapa kehidupan yang lampau tetap terhubung dengan kehidupan lain sesudahnya lewat bisikan ajaib yang bergema sepanjang zaman. Nah, dilatarbelakangi pepatah itu film ini menghidupkan kembali sebuah negeri yang pernah ada di Timur Tengah pada abad VI. Lengkap dengan kota-kota beserta kota sucinya, istana-istananya, menara-menaranya, jalan-jalan gurun pasirnya hingga eksotika mistik-mistik puritannya. Walaupun kisah itu udah didahului oleh video game yang pernah aku mainkan waktu SMA dulu. Jadi, kisah itu tidak asing buatku......
.
Suasana Lobby dan Ticketing Semanggi 21
.
Sejak diputar bulan Mei 2010, baru tanggal 5 Juni 2010 hari Sabtu malam Minggu, aku dan istri sempat nonton film ini di Bioskop Semanggi 21 yang ada di Plaza Semanggi (Plangi) itu. Kebetulan kami dapat di Studio 1 jam 19.00 WIB dengan tempat dudukku ada di H-3.
.
Tiket Prince of Persia The Sands of Time di Semanggi 21
.
Film ini bahkan menyusuri ruang-ruang gelap tempat sekelompok orang dari suku pembunuh bayaran mengelilingi seorang penari sufi. Dan, jangan lupakan rombongan pemberontak yang melawan dengan menolak membayar pajak dan menyelenggarakan balapan burung unta! Unsur komedinya ada diseputar ini.
.
Pas kami duduk, film langsung mulai dengan sebuah adegan kerumunan orang di jalan-jalan dan pasar buah-buahan. Kok selalu itu ya adegan pembuka film-film tentang negara berkembang, khususnya timur tengah. Lalu, seorang anak jalanan mencuri apel sehingga membuat keributan dan menarik perhatian rombongan raja yang sedang melintas. Ternyata dia anak yatim-piatu dan sang raja Sharuman (diperankan oleh Ronald Pickup) berkenan membawanya ke istana, mengangkatnya sebagai anak dan menjadikannya pangeran. Raja Sharuman terkesan dengan ketangkasan anak jalanan itu yang tidak dimiliki oleh kedua anak kandungnya. Anak jalanan itulah Dastan, Sang Pangeran Persia.
.

PRINCE OF PERSIA: THE SANDS OF TIME MOVIE TRAILER
.
Lalu, film pun melompat ke masa 15 tahun kemudian, ketika para pangeran yang telah tumbuh menjadi pria-pria perkasa itu menyerang kota suci Alamut. kota yang konon menyimpan sebuah senjata dahsyat. Sayangnya, ini ternyata hanyalah sebuah tipu daya si Nizam (diperankan oleh Ben Kingsley), adik Raja Sharuman, yang mengincar tahta raja. Di Alamaut dia mencari jam pasir yang berisikan pasir waktu. Kok aku mendapat kesan Alamut itu Jerusalem ya? Hehehe.
.
Singkat cerita, dengan mudah Alamut ditaklukkan dan Puteri Tamina yang cantik menjadi tawanan. Sepulang dari perang, berbarengan dengan penyerahan Putri Tamina kepada Raja, Dastan menghadiahkan jubah doa hasil rampasan kepada ayah angkatnya, Raja Sharuman. Namun, ternyata jubah itu beracun dan sang raja tewas. Suasana langsung jadi kacau. Dastan diteriaki pembunuh dan dikejar.
.
Putri Tamina (Gemma Arterton) dan Dastan (Jake Gyllenhaal)
.
Bersama Puteri Tamina, Dastan melarikan diri. Petualangan pun dimulai. Dua orang yang awalnya bermusuhan itu sedikit demi sedikit saling mengenal. Hingga akhirnya sang puteri membantu Dastan mencari tahu, siapa yang telah meracuni jubah itu. Yang akhirnya dia tahu Nizam yang melalakukannya setelah tanpa sengaja terlihat tangannya hangus yang ia akui karena memegang jubah raja setelah raja meninggal. Padahal seingat Dastan, Nizam tidak pernah menmegang jubah itu setelah raja meninggal sampai saat ia lari. Berarti Nizam telah memegang jubah raja itu sebelumnya. Itulah inti cerita film ini.
.
Diadaptasi dengan baik dari video game, film ini mengalir lancar, bergerak cepat dengan adegan-adegan penuh aksi terus-menerus. Kisahnya cukup berliku, dengan misteri dan intrik yang kompleks. Adegan-adegan kolosal dan aksi-aksi pertarungan ditampilkan dengan baik.
.
Tiga Tokoh Utama Film Ini
.
Klo dipikir-pikir, beberapa kejadian penting tidak dihadirkan dalam adegan film, tapi diceritakan lewat dialog, terutama antara Dastan dengan Tamina. Itu trik menyingkat film. Mestinya untuk hal ato kejadian penting dari suatu kisah tidak cukup hanya diceritakan lewat dialog, tapi ditampilkan dalam suatu adegan utuh. Namun demikian, secara keseluruhan film ini sangat menyenangkan, cukup menegangkan, dan penuh kejutan. Sebuah drama yang berpusat di istana yang khas dengan skandal klise pengkhianatan, namun dikemas dengan memikat dan menghibur.
.
Suasana film ini mengingatkanku pada trilogi film The Pirates of Carribean. Ya iyalah produsernya sama. Sedangkan secara tematik, film ini mengingatkan kita pada petualangan ala Indiana Jones, dengan rasa Padang Pasir tentunya. Benda ajaib menjadi motif utama film ini, berupa belati dengan tangkai gelas berisi pasir, dengan tutup mutiara yang bila ditekan bisa mengembalikan pemegangnya ke masa yang telah lewat. Asyik banget juga ya.
.
Pasir Waktu dalam Jam Pasir di Gagang Belati
.
Konon, menurut legenda Persia, barang siapa memiliki sebuah jam pasir yang berisi Sands of Time (pasir waktu) akan mampu membalikkan waktu. Jam pasir ini adalah pemberian para dewa yang tak bisa dipergunakan sembarangan. Di tangan orang yang baik, jam pasir ini bisa mendatangkan kebaikan dan sebaliknya di tangan orang yang jahat maka kehancuran yang ditimbulkannya juga tidak terbayangkan. Nizam mengincar ini agar dapat membalikkan waktu dimana saat dia pernah menyelamatkan abangnya di waktu kecil agar tidak terjadi. Sehingga abangnya akan terbunuh di waktu kecil itu dan dia yang menjadi raja.
.
Salah Satu Poster Film
.
Gemma Arterton bermain bagus sebagai Puteri Tamina yang konon cantiknya tiada tara, pemilik belati ajaib yang memerangkapnya dalam perjanjian dengan dewa-dewa. Dan, Jake Gyllenhaal berperan sebagai Dastan, sang anak pungut yang dijebak dan hendak disingkirkan, namun kemudian tampil sebagai pengungkap kebenaran dengan menyelamatkan belati ajaib yang menjadi incaran orang-orang jahat yang ingin mengubah jalan takdir.
.

Photoslide of Prince of Persia : The Sands of Time

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Google Search Engine
Google