Bagi-bagi Tabung Ijo

Konversi Minyak ke Gas : Bagi-bagi Tabung Ijo
.
Hari Sabtu 25 Agustus 2007 kemaren, ada 3 pemandangan seragam di sekitar Kayumanis.  Pemandangan pertama yaitu pemandangan jalan-jalan yang ditutup buat bikin pangung.  Pemandangan kedua adalah pemandangan antrian minyak tanah di beberapa lokasi agen minyak tanah. Dan pemandangan ketiga adalah pemandangan berseliwerannya tabung-tabung LPG yang berwarna hijau.....
.
Pada pemandangan pertama, panggung-panggung yang dibuat itu adalah panggung hiburan yang merupakan penutup rangkaian perayaan tujuh belasan.  Dalam acara ini umumnya berupa pembagian hadiah pemenang lomba-lomba dan hiburan musik. Acaranya dimulai rata-rata jam 19.00 wib. Tapi, panggung hiburan di Kayumanis V sepertinya antiklimaks apabila dibandingkan acara-acara minggu sebelumnya. Sepi, dan panitianya sepertinya lupa memutar musik-musik favorit warga seperti Kucing Garong, SMS, dan lagu2 A.Rafiq.
.
Pada pemandangan kedua, antrian minyak tanah yang panjang bagaikan ular itu sudah dimulai sejak jam 9 pagi sampai jam 3 sore.  'Ular-ularan' itu ada hampir di setiap RW.  Mereka antri dengan rapi. Memang banyak juga diantaranya antri bukan untuk konsumsi rumahnya, melainkan untuk dijual kembali. Ya, mereka pedagang yang ikut antri juga.  Ciri-cirinya biasanya bawa jirigen besar lebih dari 2. Ada juga yang antri bukan orang tapi jirigennya, karena orangnya pulang ke rumah dulu. Ngaso dulu ah.  Uniknya, antrian tetap terjaga. Jadi yang maju dikit-dikit itu jirigennya, karena digeser warga yang nungguin di sekitar itu. Mereka ga saling nyaliba antrian. Salut juga. Mungkin karena semua saling kenal. Minimal kenal muka dan tau dimana rumahnya.  Mereka antri karena minyak tanah semakin sulit didapat di tempat-tempat biasa. Kabarnya hal ini terkait dengan program pemerintah dalam rangka konversi minyak tanah ke LPG.  Namun berdasarkan obrolan dengan mereka saya mendapat kesimpulan mengapa mereka enggan beralih ke LPG dan tetap ngotot memakai minyak tanah.  Hal ini disebabkan penghasilan mereka umumnya adalah harian.  Jadi pada saat LPG pertama gratis dari pemerintah itu nanti habis, mereka mesti menunggu punya uang Rp 15.000,- agar bisa masak.  Karena tabung LPG 3kg itu harganya Rp 15.000.  Sedangkan kalo memakai minyak tanah, mereka dengan uang Rp 2.500 s.d. Rp3.000 sudah bisa masak makanan.  Jadi intinya ternyata di cash flow harian.
.
Sedangkan pemandangan ketiga, adalah bagi-bagi tabung LPG 3kg yang berwarna hijau. Kami ternyata dapat juga. Pak RT kami ternyata mendata seluruh warganya untuk dapat tabung LPG dan langsung mengambil di Kantor Kelurahan Kayumanis. Masing-masing KK dapat tabung LPG dan memberikan 'uang lelah' buat Pak RT sebesar Rp 5.000.  Bagi-bagi tabung ijo tersebut berlangsung sejak jam 3 sore sampai mahgrib. Hehehe. Beserta tabung ijo tersebut juga ada kompor gas.  Paket bantuan tersebut berasal dari Kementerian Negara Koperasi dan UKM dengan judul "Bantuan Pemerintah Program Pengalihan Minyak Tanah ke LPG T.A 2007".
.
Tapi tabung LPG-nya kami kirimkan ke rumah adik di Cipinang Hanafi. Karena mereka ternyata masih perlu dan tidak dapat pembagian dari RT-nya. Memang, dari segi administratif, Pak RT kami cukup rapi.  Terbukti dalam Pilkada kemaren, semua warga RT kami terdaftar semua. Thanks, Pak RT..
.
Photos Slide : Bagi-bagi Tabung Ijo
.

by Sahat Parlindungan Simarmata - www.sahatsimarmata.com
.
Cetak halaman ini (Print this page) ....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Google Search Engine
Google