New Year, New Resolution

“Apa resolusi Anda?” Pertanyaan ini banyak beredar di antara teman-teman kita, terutama saat memasuki tahun baru. Nah, pertanyaan ini juga yang saya ajukan pada diri sendiri saat kebaktian keluarga tutup dan awal tahun di Palembang tanggal 1 Desember 2008 mulai jam 00.00 wib setelah pulang dari Kebaktian Tutup Tahun di Gereja HKBP Palembang bersama Bapak.....
.
Malam tahun baru kali ini merupakan malam tahun baru paling sepi yang pernah saya alami di rumah Palembang. Soale adik saya yang bungsu beserta suami dan 3 anak mereka pulang kampung, tahun baruan di sana. Sedangkan adik saya yang satunya tahun baruan di rumah mertuanya juga, tapi di Jakarta.
.
Besok paginya (tanggal 1 Januari 2008) kami sekeluarga bersama-sama mengikuti kebaktian Tahun Baru di gereja yang sama, yaitu HKBP Palembang. Saya sempat foto-foto sama orangtua saya sepulang kebaktian tahun barudi gereja HKBP Palembang. Saya kebetulan pake baju Batik emas, Bapak pake jas abu-abu kesukaannya, Ibu pake kebaya hitam emas, dan istri pake baju blazer. Sayangnya gak ada foto lengkap kami berrempat. Aku sempat foto bareng Bapak doang.
.by sahat simarmata
My Father and I. The Last Our Picture, January 1, 2008.
.
Saya dan istri juga sempat ajak Bapak, Ibu, dan kedua keponakan nonton film di bioskop 21. Saya berada di Palembang mulai tanggal 28 Desember 2007 sore hingga tanggal 2 Januari malam saya berangkat kembali ke Jakarta.
.

Quotes of New Year
.
Setiap tahun kami, melakukan kebaktian Tahun Baru yang berisikan renungan tahun lalu serta rencana-rencana atau komitmen/resolusi di tahun baru. Oleh karena itu, yang hadir biasanya keluarga inti. Masing-masing anggota keluarga berbicara. Sayangnya, tahun baru kali ini, keluarga adik-adik saya masing-masing mengikuti kebaktian tahun baru di rumah mertua mereka masing-masing, yaitu di Pematang Siantar dan Jakarta. Di tengah hiruk pikuk acara tahun baru kami biasanya justru berkumpul di rumah untuk berdoa bersama.
.
Setelah itu, bila masih sempat maka kami baru jalan-jalan keluar mengikuti perayaan tahun baru atau datang ke tempat saudara dan famili yang masih bangun. Hehehe. Ya, bagi warga HKBP dan gereja-gereja Batak serta gereja-gereja Ambon, silahturahmi antar keluarga dan kue-kue baru muncul di Tahun Baru. Sedangkan Natal itu murni perayaan Gereja sedangkan Tahun Baru itu perayaan kultural. Jadi, waktu Natal belum ada kunjungan ke rumah-rumah. Pada malam Tahun Baru itulah seluruh keluarga melakukan evaluasi dan resolusi.
.
Apabila ditanyakan, banyak orang yang kemudian menjawab dengan membuat komitmen standar atau sekedar basa-basi. Dan, ada juga yang terkejut karena pertanyaan itu, tidak hanya mengingatkan untuk senantiasa ‘bergerak’ dan mendesain masa depan, tapi sekaligus juga bisa ‘menjewer’ kita yang melihat pergantian tahun sebagai sebuah ‘milestone’ untuk mengevaluasi diri. Di dalam salah satu pelatihan, ada peserta yang berkomentar,”Saya ingin berubah, tetapi tidak tahu kapan…”. Nah, inilah salah satu ”timing” terbaik yang kita punyai untuk membuat ”turn around” tanpa banyak mengundang tanya dari orang di sekitar kita. Safety Moment. Hehehe.
.
Reolusi itu harus diucapkan dan disaksikan anggota keluarga yang lain, agar bisa saling mengingatkan dan membantu. Nah, sekarang, apa resolusi Anda? hehehe..
.

by Sahat Parlindungan Simarmata - www.sahatsimarmata.com
.
Cetak halaman ini (Print this page) ....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Google Search Engine
Google