Menginap di Hotel 'Novotel' Soechi International Medan

Ini merupakan kali kedua saya menginap di Hotel 'Novotel' Soechi International Medan ini. Dua tahun yang lalu saya pernah juga menginap di hotel ini waktu kunjungan keluarga ke Sumatra Utara. Waktu itu saya menginap bersama Istri dan Bapakku (alm.) serta Mamaku dan menempati dua kamar. Cuma semalam. Dulu namanya masih Hotel Novotel Soechi.....
.
Kali ini, saya kembali menginap di hotel tersebut yang sudah berganti nama menjadi Hotel Soechi International. Walaupun manajemennya tetap dikelola Novotel. Begitulah keterangan dari resepsionisnya waktu saya menanyakan hal tersebut ketika check-in hari Kamis sore tanggal 18 September 2008. Kali ini saya menginap disini bareng Mas Etiko.
.
Saya mendapat kamar nomor 1027 sedangkan Mas Etiko dapat kamar nomor 1022. Sama-sama di lantai 10 dari sebelas lantai hotel ini. Tinggi juga sehingga pemandangan dari kamar luas banget. Kamarnya juga luas dan lega. Tempat tidurnya besar. Air krannya juga cukup deras. Cuma sering terasa ada getaran. Aku nggak tau pasti apakah itu karena generator atau AC. Mungkin saya termasuk orang yang sensitif. Cuma karena ngantuk akhirnya saya cuekin saja.
.
Hotel ini memang sudah tampak semakin tua dan belum ada peremajaan sejak terakhir saya kesini dua tahun yang lalu. Karpet-karpet yang di lorong juga udah kumal dan udah mulai berbau. Mungkin konflik yang terjadi dua tahun terakhir antara pemilik, manajemen, dan serikat pekerja hotel ini turut berpengaruh dalam hal tersebut. Blum lagi lift-nya suka berhenti di lantai 6. Tampaknya pihak manajemen perlu 'membersihkan' lantai 6 tersebut.:)
.
Oh ya, hotel ini terletak di Jalan Cirebon 76A,Medan. Suatu kawasan pecinan yang dikenal dengan kawasan Pajak/Pasar/Plaza Hongkong. Jalan sekitarnya penuh kemacetan. Menara air Tirtanadi yang merupakan ikon kota Medan tidak jauh dari hotel ini. Saya sempat foto-foto menara air tersebut.
.
.
Selain itu, dekat hotel tersebut ada warung pojok yang enak dan strategis buat nongkrong sambil ngopi. Namanya Jelita Coffee Corner. Cuma pas aku makan mie keritingya kurang enak tuh. Dan tak boleh dilupakan adalah warung nasi goreng Bakantan yang mangkal di samping hotel waktu malam hari. Yaitu di Jalan Kotanopan pas samping hotel. Enak banget dan maknyus deh. Emang sih, pelanggannya banyak banget. Tapi dia buka sampai tengah malam kok. Pokoknya kalo nginap ke Hotel Soechi ini wajib mampir ke warung nasi goreng Bakantan ini waktu malam. Hehehe.
.
.
Fasilitas di hotel ini sudah menggunakan wifi namun nggak gratis. Selain itu, hati-hati ada promosi yang menjebak. Promosi dengan judul Snack Bar itu sangat mengecoh dengan tambahan kata-kata "tempat yang enak buat chatting". Padahal maksudnya adalah makanan bukan tempat. Jadi kita mesti pesan snack dulu baru dapat vouche wifi. Jadi, bagi tamu baru hotel tersebut, pasti mengira Snack Bar itu adalah tempat, bukan makanan.:)
.
.
Trus, tampaknya koordinasi antara pihak marketing hotel dengan resepsionisnya tidak ada sama sekali. Resepsionis tampak seperti orang blo'on yang tidak tahu apa-apa waktu saya menanyakan masalah promosi Snack Bar yang posternya ditempel di lift dan ditaruh di kamar serta rak-rak yang di lobby. Begitu juga, waktu saya bertanya dan meminta bulletin hotel news yang ada di kamar tapi ketinggalan dan saya pikir lebih baik saya minta ke resepsionis aja. Ternyata resepsionis tersebut juga tampak tidak sama sekali mengenai keberadaan bulletin hotel news itu. Kasihan sekali.
.
.
Sedangkan mengenai koran, tampaknya saya mendapat koran yang berbeda setiap hari. Hari Jumat pagi saya mendapat koran Harian Global, sedangkan hari Sabtu pagi saya mendapat koran Waspada. Keduanya diselipin lewat bawah pintu kamar pagi-pagi sekitar jam 6.00 wib. Selain koran itu, di lobby juga disediakan gratis Tabloid Medan Weekly.
.
Sedangkan fasilitas yang lain, ada minibus antar jemput ke airport. Dan tampaknya juga selama bulan puasa ada antar jemput ke Mesjid Raya Medan. Keduanya gratis. Ada juga fasilitas Medan City Tour tapi nggak gratis. Karena lewat Business Center.:)
.
.
Saya suka sama hotel ini karena didominasi bahan dan warna kayu yang merupakan favorit saya. Selain itu saya suka sama ulos yang dipajang di lobby, tepatnya di belakang Guest Relation (2 ulos), dan di Asoka Restaurant. Jadi dia berusaha menampilkan suasana etnik yang kuat. Blum lagi ada Pondok Makanan Nasi Lemak Tanjung Balai khas Melayu di resto tersebut dan Teh Rabat (Teh Tarik) di Mawar Lounge.
.
Akhirnya, Sabtu pagi tanggal 20 September 2008 jam 09.00 wib, saya check out dari hotel ini. Tak lupa saya membeli beberapa postcard di Business Center dan Nusantara Art. Lumayanlah, buat nambah-nambah koleksi postcard-ku.:)
.
.

by Sahat Parlindungan Simarmata - www.sahatsimarmata.com
.
Cetak halaman ini (Print this page) ....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Google Search Engine
Google