Nyontreng Wakil Rakyat di Dekat Rumah

Akhirnya tanggal 9 April 2009 datang juga. Pas hari Kamis Putih sehari sebelum Jumat Agung. Hari libur nasional. Jadi empat hari berturut-turut gak masuk kerja. Long weekend deh.:-)
.
Oh ya, aku milih di TPS 023 Kayumanis. Dekat rumah di Jalan Kayumanis V. Sedangkan undangan pemilu baru aku dapat hari Minggu sebelumnya yaitu tanggal 5 April 2009. Sebenarnya warga di RT-ku, yaitu RT.13/RW.4 punya dua TPS, yaitu TPS 023 s.d. 025.
.
Aku datang ke TPS pas jam sebelas siang. Karena males ngantri. Eh gak taunya tetep aja ngantri. Soale aku dapet nomer 262. Sedangkan yang baru dipanggil saat aku nyampe baru nomer 225. Setelah nunggu lama dan sambil perhatiin suasana TPS akhirnya aku dapat panggilan sudah mejelang jam satu siang. Pendaftaran di TPS ditutup pas jam dua belas siang, tapi bagi yang sudah mendaftar sebelumnya kayak saya ini masih tetap bisa nyontreng. Total yang nyontreng sebanyak 303 orang dari 450 yang dapat undangan pemilu. Jadi ada 147 orang yang golput. Banyak juga ya.....
.
Abis nyontreng aku langsung pulang ke rumah, tapi jam tiga sore aku kembali ke TPS ku itu. Liat-liat penghitungan suara. Ternyata udah separuh jalan penghitungan suara buat caleg DPD DKI Jakarta. Pas aku datang, panitia teriak TIDAK SAH karena katanya tidak ada contrengan di surat suara seraya menunjukkan surat suara yang lebar itu ke para saksi (klo gak salah ada 9 orang). Herannya aku langsung lihat ada contrengan besar di caleg nomor 36 (klo gak salah Saut Sirait) tapi semua saksi diam membisu seolah mengiyakan teriakan panitia tadi. Melihat situasi ini saya langsung aja mengingatkan panitia bahwa ada contrengan. Terlihat dia malu karena hal itu, apalagi dia disorakin penonton yang lain. Eh, tapi akhirnya setiap surat suara sebelum dinyatakan sah selalu ditunjukkan ke saya juga, selain ke para saksi. Hehehe.
.
Setelah dihitung-hitung, caleg DPD dari TPS 023 Kayumanis ini ada tiga besar yaitu AM Fatwa 41, Dani Anwar 38, Pardi 33, yg laennya jauh dibawah. Sayangnya, surat suara buat AM Fatwa sang pemenang di TPS ku ini masih kalah sama suara rusak/cacat yang berjumlah 43 surat suara. Dan yang paling parah, masih kalah jauh dibandingkan yang golput sebanyak 147 orang. Jadi, pemenang sesungguhnya sebenarnya caleg DPD ini adalah si Golput dan si Cacat. Diantara surat suara yang cacat itu ada yang diberi tanda 'X' besar sekali, atau ada tulisan 'KAGAK ADA YANG BENER' atau 'EMANG GUE PIKIRIN' atau 'KORUPTOR'.:-(
.
Kalo aku perhatikan, ternyata ada caleg yang udah meninggal tapi tetap dapat suara yang signifikan, yaitu KH Fadholi, yang baru meninggal seminggu sebelum pencontrengan. Beliau ini kalo gak salah adalah tokoh FBR (Forum Betawi Rempug). Selain itu, aku juga agak surprise dan bingung akan caleg pemenang ketiga di TPS ku ini yang bernama Pardi. Soale kalo AM Fatwa aku kenal sebagai seorang tokoh politik Islam dan bekas tokoh PAN. Sedangkan kalo Dani Anwar aku kenal sebagai seorang bekas calon wakil gubernur dan seorang tokoh PKS.
.
Nah, si Pardi ini aku sama sekali gak tau waktu itu. Besoknya baru aku tau bahwa dia masih tetangga di Kayumanis V tapi lebih sering tinggal di rumah orang tuanya di Ciracas, tempat dia dibesarkan, sekaligus, saya dapat info, dia juga pengurus PAC PDIP Ciracas. Masih muda banget. Pantas saja dia dapat suara cukup banyak di TPS ku. Namun kemudian aku juga kaget waktu tahu suara yang dia dapat di KPUD DKI lumayan banyak sehingga masih menempatkan dia di lima besar sehingga berpeluang ke Senayan. Aku curiga ada hubungan antara nomer urutnya dengan banyaknya suara yang dia dapat. Soale nomer urutnya itu nomer 31. Jangan-jangan pemilihnya merasa mencontreng dia sama dengan mencontreng Partai Demokrat. Hehehe
.
Abis caleg DPD, trus caleg DPR. Hasilnya Demokrat 97, PKS 45, PDIP 33, Gerindra 19, Hanura 18. Trus di papan tengah, Golkar, PPP, PAN, PBB, PDS, PKNU. Yang laennya dibawah 5 suara atau tidak dapat suara sama sekali. Tapi Golput tetap menang dengan 147 orang. Sedangkan suara cacat atau rusak ada 20 suara, sehingga masih lebih banyak daripada perolehan suara Gerindra dan Hanura. Jadi, kalo dibandingkan dengan Pemilu 2004 yang lalu di TPS ini juga (dulu dimenangi oleh PKS) maka perolehan suara Demokrat sekarang terbang melambung, PKS, PAN dan PKB anjlok, Gerindra dan Hanura lumayan kejutannya. Yang stabil cuma PDIP, Golkar, dan PDS, atau stagnan? Sedangkan PKB sama sekali tidak mendapat suara, namun beralih rupa menjadi PKNU si partai baru.
.
Abis penghitungan suara caleg DPRD itu pas maghrib. Aku langsung pulang ke rumah lagi. Dan nggak ngikuti penghitungan suara caleg DPRD karena menurutku hasilnya pasti gak jauh dari perolehan suara untuk DPR. Paling yang beda adalah perolehan suara calegnya yang memang beda kan...
.
Sampai di rumah aku siap-siap karena besok (Jumat Pagi) berangkat bareng istri ke Palembang untuk kebaktian Jumat Agung di HKBP Palembang bareng Mama'ku sekaligus ziarah ke makam Ayahandaku.
.

by Sahat Parlindungan Simarmata - www.sahatsimarmata.com
.
Cetak halaman ini (Print this page) ....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Google Search Engine
Google