Antwerpen, Kota Legenda

Antwerpen, kota pelabuhan terbesar kedua di Eropa setelah Rotterdam dan kota terbesar kedua di Belgia setelah Brussel, menjadi salah satu kota kunjungan turis mancanegara. Banyak bangunan tua dan bersejarah yang menjadi daya tarik, selain juga pemandangan sungai Schelde yang enak dipandang.
.
by sahat simarmata
Di tepi sungai Scheldt (Schelde), Antwerpen, Belgia
.
Kota ini mempunyai kegenda yang menceritakan asal-usulnya. Legenda tersebut menceritakan seorang raksasa jahat, Druon Antigonus yang berkelahi dengan seorang ksatria Romawi Silvius Brabo. Brabo berhasil memotong tangan raksasa itu dan melemparkannya ke daerah Schelde. Sejak itu daerah tersebut dinamakan hantwerpen (hand= tangan, werpen = melempar. Lambat laun nama itu berubah menjadi Antwerpen.:).....

.
.
Patung tangan raksasa dari Antigonus itu kini ‘tergeletak’ di pinggir Meir, pusat perbelanjaan Anwerpen, mirip Pasar Baru di Jakarta. Kalo saya dan istri, yang gemar belanja, deretan toko-toko di Meir cukup menggoda kita untuk mampir sejenak. Berbagai merek terkenal berderet di sini.
.
Sedangkan patung Brabo yang sedang beraksi melempar tangan raksasa itu berdiri di tengah-tengah Grote Markt, dikelilingi bangunan-bangunan indah dari zaman Renaissance.
.
Sahat Simarmata
In front of the City Hall, Grote Markt, you can see the statue of Brabo.
.
Selain itu, ada pula versi lain dari legenda Antwerpen. Alkisah pada jaman dahulu kala ada sebuah desa nelayan dimana para nelayan selalu pergi menangkap ikan dan kembali ke darat pada sore hari. Setiap kali pulang melaut, mereka akan menambatkan perahunya dengan melemparkan tali tambang. Tali tambang (Aan) dan melempar (Werpen) menjadi sebuah tradisi dan dari sinilah desa nelayan yang sederhana ini berkembang menjadi kota pelabuhan dengan nama Antwerpen.
.
Terserah percaya yang mana. Soale ada lagi versi ketiga yang menyebutkan bahwa kata Antwerpen mungkin berasal dari kata “aanwerp”, suatu endapan aluvial di daerah sungai Schelde pada daerah Steen (daerah dimana pertama kali ada penduduk tinggal disana).
.
Menurut sejarah, Antwerpen sudah terkenal pada abad ke-16 dan sudah merupakan salah satu kota dagang besar di dunia. Pada waktu itu penduduknya mencapai 125.000 orang (klo sekarang sih sekitar 475.000 orang) dan menjadi pusat dunia Barat. Dari periode inilah berdiri monumen bersejarah yang penting seperti gereja-gereja, istana, pertukangan rumah, balai kota atau katedral.
.
Mungkin nggak banyak yang tahu bahwa pada akhir abad ke-16 (1585), kota ini jatuh ke tangan Spanyol dan berbondong-bondonglah warganya pindah ke daerah utara yang sekarang menjelma antara lain menjadi kota Amsterdam, Hoorn. Warga yang pindah itu kebanyakan para pemilik modal alias kaum tajir. Para pemilik modal itulah yang mengirim utusan dan melakukan perdagangan ke Hindia Timur (Indonesia sekarang). Tentu kita ingat pada VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie), persekutuan dagang Hindia Timur dengan Cornelis Houtman yang mendarat di Banten tahun 1596. Mereka ternyata aslinya adalah warga Antwerpen ini.
.
Seiring dengan itu, dalam abad ke-17 dan 18 pamornya Antwerpen ini menurun. Tapi pada pertengahan abad ke-19 Antwerpen kembali lagi menjadi kota metropolitan utama. Dari periode ini berdiri stasiun dengan kubah dan Art Nouveau villa. Selain itu, Antwerpen juga membanggakan salah satu yang unik di Eropa, adalah sebuah museum patung modern di udara terbuka.
.
Saat ini, Antwerpen merupakan sebuah ibukota propinsi yang bernama sama di negara bagian Flandria, Belgia. "Antwerpen" itu sendiri kita dapat dari bahasa Belanda. Orang Perancis menyebutnya Anvers. Sedangkan orang setempat menyebutnya cukup dengan Antwerp.
.
Antwerpen sebagai ibukota Propinsi Antwerpen, propinsi paling utara di Belgia.
.
Kami waktu itu ke Antwerpen ini menggunakan bis dari Amsterdam. Namun bila menggunakan kereta, kita akan tiba di stasiun yang dibangun awal abad ke-20. Sekilas arsitekturnya mirip stasiun Kota di Jakarta. Tidak jauh dari Central Station Antwerpen terletak kebun binatang tertua di dunia. Kebetulan Central Stasiun ini kami lewati setahun berikutnya dalam perjalanan Amsterdam-Paris.:)
.
Kalo diperhatikan, diantara souvenir yang paling populer di kota ini memang berlian. Antwerpen adalah pusat perdagangan berlian. Saingan deh dengan Amsterdam. Di dekat stasiun di Pelikaanstraat, tepatnya di depan Central stasiun terdapat pusat penjualan intan dunia. Kebanyakan para pedagang intan dan pemilik toko tersebut adalah orang Yahudi. Maka seringkali di daerah itu kita akan melihat iring-iringan keluarga Yahudi berpakaian hitam. Sang pria dengan topi khas serta kuncir berjalan di depan diikuti oleh istri dan anak-anaknya.
.
Pada awal abad ke-21 kota ini menjadi pusat penting mode, seperti terlihat dengan adanya jalan besar penuh dengan toko-toko di pusat kota. Capek perjalanan dalam kunjungan di sini rasanya sebanding kok dengan banyaknya bangunan tua di kota-benteng tua ini yang berdiri di atas pelabuhan, di mana museum maritim berada.
.
Dengan adanya sejarah yang kaya dan kehidupan yang sibuk cocok bagi kita untuk mengunjungi Antwerpen sepanjang tahun bahkan di musim dingin. Turis selalu menemukan banyak kegiatan sosial. Kota turis ini juga selalu menjadi tempat menarik bagi para penangguk sen, alias para pengamen jalanan.;-) Sepanjang hari, terutama Sabtu dan Minggu atau saat holiday kita bisa temukan beragam atraksi pengamen di kota ini.
.
Kampung halaman pelukis Pieter-Paul Rubens ini sangat menarik untuk dikunjungi sebagai salah satu alternatif kota-kota lainnya di Belgia. Di kota ini terdapat sejumlah tempat-tempat wisata terkenal, seperti Museum Plantin-Moretus, Cathedral of the Virgin Mary Antwerp, Museum Antwerp Diamond, Flemish B├ęguinages, Taman Mini Eropa, Gothik Cathedral Mechelen, Kebun binatang Muizen, Fort Breendonk, Taman Nasional Botanic Belgia, dan Castle dari Westerlo.
.
Gereja Buntung
.sahat simarmata
Katedral Gothic dari Virgin Maria ini merupakan fitur yang dominan kota Antwerpen, Belgia. Disebut juga Cathedral of Our Lady atau dalam Bahasa Belanda disebut Onze Lieve Vrouwekathedraal. Katedral ini adalah katedral Katolik Roma, tepatnya dari Keuskupan Antwerpen. Kita dapat menemukannya dengan jalan masuk dari tepi sungai Scheldt(Schelde).
.
Pembangunan katedral ini ini dimulai pada 1352 sampai dengan tahun 1521. Suatu masa konstruksi yang lama banget yaitu selama 269 tahun. Kathedral ini sungguh sebuah bangunan besar. Biayanya juga so pasti sangat besar. Sehingga pembangunannya sendiri belum pernah selesai tuntas. Karena kurang uang. Jadinya cuma satu menara yang jadi deh. Kasihan, tapi malah jadi unik. Menjadi daya tarik buat turis.
.
Grote Markt dan Stadhuis
.
Sahat Simarmata
Grote Markt - Big Market Square - Brabo - Guild Houses, Antwerpen
.
Tempat lain yang tidak dapat dilewatkan adalah Grote Markt (Alun-alun). Sebuah lapangan yang dikelilingi oleh bangunan berarsitektur indah. Letaknya di utara katedral, dengan air muncrat/mancur di tengah, tempat banyak turis dimana sebagian besar menikmati keindahan gedung pemda (Stadhuis). Gedung ini dibangun antara tahun 1561 dan 1565 dengan arsitek Cornellis II Floris de Vriendt (biasa dikenal dengan ‘Floris style’) dan kerjasama dengan Nicolo Scarini, seorang Italia (yang karyanya dikenal sebagai ‘Flemish Italian renaissance style’). Di sekitar Stadhuis ini banyak sekali terdapat kafe dan restoran dengan bangunan khas abad 16 dan 17. Kalau sempet melihat ke puncak bangunan-bangunan itu, terlihat keunikan masing-masing bangunan. Akan selalu terdapat tanda berupa patung kecil atau ukiran di puncak menara yang menandakan profesi dari keluarga yang membangun. Beberapa terdapat patung bentuk kapal, menandakan sang pemilik pada jamannya adalah pelaut atau pedagang.
.
Sahat Simarmata
City Hall, Antwerpen. The City Hall built from 1561 - 1564.
.
Sebelum sampai di lapangan itu, kita melewati beberapa jalan yang dipenuhi dengan deretan restoran yang menggugah selera. Mulai dari restoran Italia, Yunani hingga China ada di sana. Para pelayan itu pun dengan ramah membujuk kita untuk mampir di restoran mereka. Di pintu restoran yang suasananya mirip pujasera di tanah air tersedia pula daftar menu lengkap dengan harganya. Atau mau yang murah-meriah kita bisa nikmati frites alias french fries alias kentang goreng yang mereka klaim berasal dari Belgia, buka Perancis. ;-)
.
Sahat Simarmata
Lagi antri coklat.
.
Kenikmatan di Grote Markt bertambah saat santai sambil minum coklat panas… Yah, coklat adalah makanan paling favorit dan kebanggaan nasional bagi Belgia. Sebagai oleh-oleh tidak lengkap rasanya bila tidak membeli coklat Belgia praline (coklat isi). Omong2 soal coklat, disini ada warung coklat Leonidas. Produsen coklat pertama di dunia. Harganya mahal banget. Katanya sih masih hand-made.
.
sahat simarmata
In front of Leonidas' Chocolate Shop, Antwerpen.
.
Sayangnya kita gak sempat mengeksplor kota ini lebih jauh karena tiba disana sudah siang dan rata-rata tempat wisata tutup jam 5 sore (termasuk gereja Katedral Our Lady yang memiliki jam kunjung). Blum lagi mesti buru-buru ke Brussels. Hehehe.
.
sahat simarmata
in Antwerpen City.
.

Photos Slide : Traveling to Antwerpen
.

by Sahat Parlindungan Simarmata - www.sahatsimarmata.com
.
Cetak halaman ini (Print this page) ....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Google Search Engine
Google