In Bruges, Konflik Batin Pembunuh Bayaran

Sejak Desember 2009 kemaren, Film 'In Bruges' ini sering diputar berulang-ulang di beberapa channel Indovision, seperti HBO, StarMovie, dll. Aku suka film ini. Mungkin karena selain sudah pernah ke kota Bruges yang indah itu, tapi juga ceritanya gampang diingat seakan-akan menancap di kepala, walaupun awalnya alur ceritanya agak membosankan. Pemandangan yang indah kota Bruges benar-benar dieksploitasi dalam film ini. Selain itu ada beberapa adegan komedi yang lucu tapi kalo dipikir-pikir agak pahit juga....
.
Di film ini akting Collin Farrel sebagai Ray terasa mantap. Gak heran kalo dari film ini Colin Farrell memenangkan Golden Globe Award untuk Aktor Terbaik untuk kategori Film Komedi/Musikal. Sedangkan Martin McDonagh (sutradara dan penulis naskah) memenangkan BAFTA Award untuk kategori Best Original Screenplay.
.

Trailer Film 'In Bruges'
.
In Bruges merupakan sebuah film komedi hitam yang bercerita tentang konflik batin pembunuh bayaran dengan latar belakang kota bruges yang indah. Film ini mulai diputar sekita bulan Februari/Maret 2008. Film ini dibintangi oleh Colin Farrell dan Brendan Gleeson (as Ken) yang berperan sebagai pembunuh bayaran yang lagi bersembunyi, serta Ralph Fiennes (as Harry) sebagai bos agency gangster mereka. Film ini terjadi dan difilmkan dalam kota Bruges, Belgia.
.
Ken (Brendan Gleeson) and Ray (Colin Farrell)
.
Konflik batin itu dimulai dengan cerita bahwa Ray adalah seorang pembunuh bayaran pemula yang direkrut dan dilatih oleh Ken yang sudah tua. Di tugas pertamanya, Ray sudah membuat kesalahan dengan membunuh serang anak kecil yang bukan targetnya. Akibatnya, agency yang mengontrak Ray dan Ken menyuruh dua pembunuh bayaran ini untuk bersembunyi di Bruges. Uniknya, agency ini punya prinsip atau kode etik yang tak bisa dilanggar, yaitu membunuh anak kecil. Mungkin takut kualat dengan bisnis mereka.
.
Jimmy (Jordan Prentice), Chloe (Clémence Poésy), Ray (Colin Farrell)
.
Ken si pembunuh bayaran senior, menikmati liburan di Belgia ini dengan melihat-lihat suasana kota antik ini. Termasuk naik perahu menyusuri kanal-kanal di Bruges sebagaimana saya dan istri lakukan bulan September 2009 lalu. Di sisi lain, Ray yang belum bisa melupakan kesalahannya malah didera perasaan bersalah. Timbul keinginan bunuh diri. Suatu ketika, pas sedang berada di lokasi syuting sebuah film, Ray bertemu Chloe (Clemence Poesy). Namun kedekatannya dengan Chloe ini tetap aja tak mampu membuatnya melupakan rasa bersalah yang menyiksanya itu.
.
Harry menelpon Ken
.
Pada saat mereka bersembunyi di Bruges itu, Harry, bos mereka, menghubungi Ken. Harry memerintahkan Ken untuk menghabisi Ray secepatnya karena sudah menyangkut prinsip. Ken lantas mencari Ray untuk membunuhnya.
.
Saat Ken mau membunuh Ray yang ternyata mau bunuh diri
.
Ketika bertemu, Ken melihat Ray sedang berusaha bunuh diri. Situasi berbalik, Ken malah menghalangi usaha bunuh diri Ray dan mengatakan bahwa Harry baru saja memerintahkannya untuk membunuh Ray. Ken kemudian meminta Ray untuk secepatnya meninggalkan Bruges agar terhindar dari kejaran Harry. Tentu saja hal ini justru membuat Harry marah dan memutuskan untuk datang sendiri ke Bruges untuk menghabisi mereka berdua.
.
Harry (Ralph Fiennes), Eirik (Jérémie Renier), Eric Godon
.
Apesnya, sebelum kereta Ray telah pergi jauh dari kota Bruges, ia ditangkap karena menyerang pasangan Kanada dan dikawal kembali ke Bruges. Emang dasarnya Ray ini suka berantem. Pada saat bersamaan, Ken dan Harry bertemu untuk minum, sebelum naik tangga Belfry (menara tempat lonceng bergantung) Bruges. Di bagian atas Belfry, Ken menyatakan bahwa Ray layak mendapat kesempatan kedua atau penebusan, tapi ia menolak untuk berkelahi dengan Harry untuk membela hidupnya sendiri. Harry, sambil marah, menembak kakinya Ken daripada membunuhnya. Sementara itu, Chloe menjemput Ray keluar dari penjara, dan pergi minum di alun-alun pas di bawah Belfry. Ketika Eirik memberitahu Harry lokasi Ray, perkelahian pun terjadi antara Ken dengan Harry demi Ray, dan Ken kena tembak di leher. Harry pun segera menuruni tangga untuk menghadapi Ray, meninggalkan Ken. Terluka serius, Ken menyeret dirinya kembali ke puncak Belfry (menara lonceng) dan mencari Harry dalam upaya untuk menembak sebelum dia membunuh Ray, tapi karena kabut, ia tidak dapat melihat dari menara. Ken akhirnya memutuskan untuk melompat dengan membawa pistolnya, sambil berharap Ray dapat menggunakannya dalam pembelaannya. Kemudian ia melompat dan mendarat di alun-alun, sekarat beberapa lama untuk memperingatkan Ray akan kedatangan Harry. Namun, pistolnya hancur karena jatuh dari ketinggian. Di sini aku mendapat kesan bahwa Ray sepertinya sudah dianggap anak sendiri oleh Ken.
.
Ken dan Harry di atas Belfry (menara lonceng), Bruges.
.
Ray kemudian berlari kembali ke hotel untuk mengambil senjatanya, yang telah disimpan Ken di laci di kamar mereka. Pada saat bersamaan Harry tiba di hotel, tapi pemilik hotel yang lagi hamil (Thekla Reuten) tidak mengizinkan dia menaiki tangga. Dengan saling berteriak melalui tangga, kedua laki-laki itu setuju bahwa Ray akan mencoba untuk melarikan diri dari belakang hotel, dan Harry akan keluar setelah itu dan mengejar serta menembaknya jika dia bisa. Maka Ray pun melompat ke perahu yang lewat. Namun sialnya senjatanya jatuh ke kanal. Ray kemudian melihat Harry membidik dia dari jembatan, tetapi dia ragu apakah Harry akan dapat menembak dengan jarak segitu. Ternyata meskipun jarak jauh, Harry tetap menembak dan mengenai Ray di perut. Kemudian Harry mengejar Ray yang terluka melalui jalan-jalan sebelum terhuyung-huyung ke lokasi syuting film, di mana Jimmy, si orang kerdil, dengan kostum anak sekolah sedang syuting. Di situ Harry menembak Ray tiga kali dan secara tidak sengaja menembak Jimmy di kepala. Karena melihat tubuh Jimmy yang berseragam sekolah tanpa melihat jelas wajah dan kepalanya, Harry mengira bahwa Jimmy adalah seorang anak-anak. Harry yang memegang teguh prinsip pembunuh bayaran (yang tidak akan pernah membunuh anak-anak) itu langsung bunuh diri meskipun Ray berupaya untuk menjelaskan. Ray yang terluka serius diangkat ke ambulans saat ia melihat Eirik, wanita hamil, dan Chloe. Begitu tiba di ambulans, Ray menganggap penjara atau kematian sebagai balasan yang setimpal, tapi kemudian dia bertanya-tanya apakah tinggal di Bruges selamanya itu bisa disebut sebagai neraka, di mana saat ia mengatakan ia berharap untuk hidup. Ray kemudian tak sadarkan diri, nasibnya tidak jelas, bisa hidup ato mati. Film pun berakhir.
.
Alun-alun dan Belfry (menara lonceng), Bruges.
.
Ad beberapa aktor terkenal dalam film ini dalam film ini. Colin Farrell sebagai Ray, seorang pembunuh bayaran pemula yang penuh dengan rasa bersalah dari tugas pertamanya. Brendan Gleeson sebagai Ken, seorang pembunuh bayaran yang lebih tua dan lebih berpengalaman. Ralph Fiennes sebagai Harry Waters, bos pembunuh bayaran dengan prinsip-prinsip kaku. Clemence Poesy sebagai Chloe, seorang kriminal dan asisten produksi asli Belgia. Jordan Prentice sebagai Jimmy, seorang aktor kate (kurcaci) Amerika. Thekla Reuten sebagai Marie, salah satu pemilik dan operator hotel. Jeremie Renier sebagai Eirik, mantan pacar Chloe. Anna Madeley sebagai Denise, pelacur Belanda dijemput oleh Jimmy. Elizabeth Berrington sebagai Natalie, istri Harry. Zeljko Ivanek sebagai turis Kanada yang digebuki Ray. Ciaran Hinds sebagai Pendeta.
.

Photos Slide : In Bruges
.

by Sahat Parlindungan Simarmata - www.sahatsimarmata.com
.
Cetak halaman ini (Print this page) ....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Google Search Engine
Google