40 Hari Ayahandaku Berpulang

Memang sih, istilah 40 hari di Kristen hanya dikenal dalam Katolik, tidak dalam Protestan. Nah, berhubung kami adalah jemaat HKBP yang notabene adalah Protestan, maka ada beberapa teman dan famili yang bingung saat tahu rencana kepulangan kami ke Palembang dalam rangka 40 hari meninggalnya ayah kami. Padahal maksud kami cuma ziarah bersama keluarga inti ke udean (makam) ayah. Jadi tidak ada pendeta atau orang lain di luar keuarga.....
.
Oleh karena itu, hari Jumat, tanggal 25 April 2008, saya, istri, dan adik beserta keponakan pulang lagi ke Palembang. Memang, sejak berpulangnya ayah saya, saya dan istri pulang ke Palembang setiap 2 minggu. Membereskan semua urusan yang tersisa dan menghibur ibu. Namun kepulangan kali ini, beserta adik dan keponakan, adalah untuk ziarah dalam rangka sudah 40 hari ayahandaku, M. Simarmata Dipl.Krim., meninggal dunia.
.
Adik saya, Marlinda Simarmata, beserta keponakan, Diaz dan Chen-chen Simamora, yang dibantu keponakan sepupu Manihar Sinabutar, berangkat Jumat Pagi naik Batavia Air. Laeku Simamora tidak bisa ikut karena Sabtu masuk kerja dan sudah banyak izinnya. Sedangkan saya ama istri berangkat Jumat malam naik Lion Air.
.
Sebenarnya, tanggal yang pas 40 hari meninggalnya ayah saya itu ya hari Jumat itu. Namun tidak sempat lagi. Rencananya hari Sabtu. Tapi kemudian batal karena adik saya yang di Palembang ga bisa ikut karena harus ngantar keponakan, Wely Sirait, parade marching band. Jadi, akhirnya baru hari Minggu pagi kami baru bisa ziarah ke udean (makam) Bapak.
.
Kami ke udean TPU Sugih Waras dengan 2 mobil. Saya bawa mobil Bapak dan Laeku Sirait bawa mobil mereka. Ikut dalam rombongan semua keponakanku Sirait dan keponakan sepupu Manampin Sinabutar (Abangnya si Manihar Sinabutar) serta Erik Sirait (keponakannya Laeku Sirait).
.
Sesampainya di makam kami langsung bersih-bersih dan siap-siap. Makam Bapak sudah disemen batas-batasnya, namu blum dibuat bangunan makam karena tanahnya belum padat. Makam itu tampak bersih. Udara cerah melingkupi ziarah kami. Satu persatu kami menyiram air berbunga dan membasuh muka di makam Bapak. Saya beberapa tercenung membaca papan nama makam almarhum Bapak saya itu.
.
Setelah tabur bunga dan membasuh muka, kami kemudian duduk-duduk di situ ngobrol-ngobrol. Saling bercerita tentang Bapak, khususnya mimpi ditemui Bapak. Kira-kira setengah jam kemudian kami pun pulang kembali ke rumah di Lemabang, Palembang.
.
Selama ziarah itu kami sempat berfoto-foto yang daat dilihat di bawahini:
.

Photos Slide
: 40 Hari Ayahandaku Berpulang
.
Posting Terkait :
.
- In memoriam of M. Simarmata, Dipl.Crim.
- Ayahandaku, M. Simarmata, Dipl.Crim, Telah Dipanggil Tuhan
.

by Sahat Parlindungan Simarmata - www.sahatsimarmata.com
.
Cetak halaman ini (Print this page) ....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Google Search Engine
Google